Wednesday, December 30, 2009

Dan pilihan itu terjadi karena ada satu titik absolut pada semua relativitas

--aku, memikirkan semua yang pernah kupilih

Tuesday, December 29, 2009

Dan api itu akan terus menyala

pagi itu, ku buka mata dengan tidak ada perasaan apapun sebelumnya
dari malam yang tenang, hening, tidak menyisakan cerita dari bunga-bunga saat tidur
tapi pagi itu, aku merasakan sebuah kehangatan yang amat sangat
dengan teliti aku mencari dari mana asal kehangatan itu kesana kemari
ke sudut-sudut kamar, sisi belakang pintu, bahkan sempat kubuka pintu lemari yang sudah reot itu, yang bahkan aku pun sudah tahu bahwa aku tidak akan menemukan apa-apa
dan teryata aku memang tidak menemukan apa-apa

tidak berhenti sampai disitu,
menjelang siang hangat itu tetap ada
walau kucoba untuk melupakan keberadaannya, namun ia tetap saja terus menghangatkan diri ini

hingga malam tiba, ku buka jahitan yang ada di dadaku
jahitan yang entah dari mana datangnya
yang ku tahu sejak saat itu aku dapat membuka pintu menuju jantung melalui kulit dengan media jahitan itu
aku begitu terkejut
aku melihat sebuah lilin yang menyala
tepat terletak di jantungku

lilin itu menyala, apinya tidak membara juga tidak kabur tertiup angin
api itu terus menyala sampai lagi-lagi aku ingin mencari dari mana sumber energi sehingga lilin itu dapat menyala

benda itu, aku melihat sebuah cawan yang menopang berdirinya lilin itu
cawan itu terus dialiri minyak
minyak yang mengalir sedikit demi sedikit, namun tetap memberikan kekuatan kepada api itu untuk terus menyala

lalu aku pandangi kembali lilin itu
mencoba untuk memahami makna dari semua kejadian malam ini
lalu aku tutup kembali jahitan yang kubuka
kusimpan baik-baik lilin itu di dalam jantungku
akan kujaga api itu hingga tidak ada yang dapat memadamkannya
itu adalah api abadi yang akan selalu menerangi langkahku
sebuah lambang dari semangat untuk terus menghadapi segala rintangan dalam upaya meraih mimpi yang pernah tertoreh di atas kanvas kehidupan ku